Latest Post

Tampilkan postingan dengan label kegiatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kegiatan. Tampilkan semua postingan

DIALOG PANEL BEM-J USHULUDDIN: PROBLEMATIKA MAHASISWA USHULUDDIN

Written By perbandingan agama on Sabtu, 29 Desember 2012 | 18:38


Dalam rangkaian acara MUSKOM BEM J Perbandingan Agama, mengadakan diskusi panel yang membahas tentang problematika mahasiswa ushuluddin. Dialog ini diikuti oleh seluruh BEM J yang ada di Ushuluddin. Sabtu (01/02).
            Ushuluddin adalahmother of faculty di UIN Bandung. Jika diibaratkan, ushuluddin dahulu seperti macan di UIN. Namun sekarang Ushuluddin kehilangan kehebatannya. Begitupun dalam hal akademik Ezwar, perwakilan BEM J Tafsir Hadist memaparkan “dulu mahasiswa Ushuluddin identik dengan budaya akademiknya. Dominan mahasiswa sekarang lebih senang pada poker, point blank, dengan mengorbankan belajar”. Dia menyayangkan hal itu, sebab penyempitan sosialisasi di kampus akan terjadi.
            Selain itu, kesadaran mahasiswa untuk mengikuti kegiatan BEM J sangat minim. Via, BEM J Tasawuf Psikoterapi mengamini pendapat Ezwar, “ruang diskusi semakin menciut, dengan adanya jejaring sosial dan game” ungkapnya.
Stigma Buruk Mahasiswa Ushuluddin
            Permasalahan selanjutnya adalah ketika fakultas Ushuluddin menjadi pilihan kesekian dari fakultas-fakultas lain yang ada di UIN. Sehingga mahasiswa yang kuliah di Ushuluddin banyak yang asal-asalan. Abdillah, Ketua BEM J Akidah Filsafat menyayangkan hal ini, sebab menurutnya Ushuluddin mempunyai jurusan-jurusan yang tak kalah saing dengan jurusan lain. Abdillah mengatakan bahwa hal ini disebabkan karena stigma yang buruk di masyarakat tentang mahasiswa Ushuluddin ,” stigma di Ushuluddin yang sering muncul ke permukaan ini adalah rambut gondrong, meninggalkan shalat dll. Jika dibiarkan hal ini akan mengakar.” Sehingga yang harus dilakukan saat ini adalah merubah stigma itu sendiri yang bisa dimulai dari kesadaran kita sendiri.
            “Buktikan kepada masyarakat, bahwa Ushuluddin tidak seperti yang orang lain katakan” ungkap Via. Dia juga menyayangkan kalau memang dalam penampilan, mahasiswa Ushuluddin kurang rapih. “Salah satu langkahnya kita harus kembali pada kode etik, dan ketika masih ada yang pakai sandal saat kuliah. Hendaknya itu dikembalikan pada diri sendiri, mau berubah atau tidak” papar Via.
            Lain halnya dengan Via, Ezwar justru mengatakan penampilan bukan hal yang utama “jangan condong kepada hal yang bersifat material, karena penampilan itu tidak terlalu penting, yang penting kan hatinya”.
Kinerja Senat
            Kinerja senat, yang kehadirannya belum terasakan menjadi sorotan semua BEM J Ushuluddin. Senat Ushuluddin belum mampu mengakomodir HMJ Ushuluddin. Via sangat menyayangkan kurangnya partisipasi senat untuk BEM J.
Abdillah menyarankan, hendaknya masyarakat Ushuluddin mampu mempunyai sistem yang mumpuni. Seperti yang abdilah kutip dari pemikiran Bordieu bahwa senat harus mempunyai Kapital simbolik, dimana dalam penerapannya, senat harus mempunyai pengakuan dari mahasiswa.
Kurang Komunikasi Antar BEM J
            BEM J pun tidak lepas dari permasalahan. Komunikasi antar BEM J mulai pudar, seperti pada saat perekrutan mahasiswa “BEM J seolah parebut mahasiswa” ungkap Via.
            Maka dari itu, Ezwar menginginkan peranan BEM J lebih bisa menggiring mahasiswa Ushuluddin. Sehingga mahasiswa Ushuluddin peduli akan kehidupan sosial dan  ilmu-ilmu Ushuluddin. “Proker (program kerja) yang di lendingkan jangan hanya keilmuan, tapi harus juga pada pengaplikasiannya” papar Ezwar.
Permasalahan Kosma
            Permasalahan ini tidak hanya dikaitkan dengan BEM dan Senat, tetapi kosma juga mempunyai peran di bidang jurusan itu sendiri. Sangat disayangkan ketika kosma hanya dijadikan sebagai korban mahasiswa, ketika yang dilakukan kosma hanya membawa absen dan infokus. Abdillah, mengaitkan lagi hal ini dengan filsafat sosial Bordieu tentang Disfunction dimana setiap pemimpin harus mempunyai pembeda. Dan pembeda ini harus dikembalikan pada keberadaan Kosma hingga senat.
            Berkaitan dengan berkurangnya budaya akademik di kalangan mahasiswa Ushuluddin, ini bertentangan dengan visi misi Ushuluddin itu sendiri “Fakultas ushuluddin mencetak mahasiswa yang berfikir dan berwawasan luas. Mahasiswa Ushuluddin tidak taqlid dan semuanya tidak harus sama, dan kita hendaknya menghargai perbedaan. Selain itu, kita juga dicetak untuk menjadi pemimpin. Jadi jangan sampai terceritakan mahasiswa ushuluddin itu taqlid”, papar Ezwar.
Langkah Apa Untuk Problem Ini?
Permasalahan intra mahasiswa ini bisa diperbaiki dengan diskusi “karena diskusi ini akan bersinergis dengan tujuan ekstra seperti senat, dosen, BEM J, dan Kosma” ungkap Abdullah, Ketua BEM J Perbandingan Agama.
            Ketidak sinergisan ini dicontohkan Ezwar, “kami berusaha membangun sinergi antar kosma dan ketua angkatan untuk difungsikan. Sehingga akan mensinergiskan tujuan BEMJ dan masyarakat Tafsir Hadist”.
            Diskusi ini menghasilkan kata kesepakatan dari seluruh BEM J Ushuluddin, yang selanjutkan akan dijadikan proker BEM J dan Senat. Karena hanya solidaritas yang mampu mengembangkan Ushuluddin, sehingga kesepakatan yang diambil adalah “DISKUSI LINTAS JURUSAN PER-BULAN”.[]

Kunjungan Kongregasi Hati Kudus Yesus

Gambar oleh Busro

Perdamaian adalah cita-cita seluruh bangsa, berbagai organisasi, dan berbagai individu. Namun, seringkali ketika melihat pertengkaran disuatu tempat, kata itu seolah hanya sebuah hayalan dan gumam seorang yang sedang berimajinasi.  Kamis tanggal 28 Desember disebuah jalan Ambon no.25. Perbandingan Agama mengunjungi sebuah biara.  Tempat itu bernama RSCJ (Religieuse du Sacre Coeur de Jesus)  yang dalam bahasa Indonesia Kongregasi Hati Kudus Yesus.

RSCJ adalah salah satu tarekat Kristen Katolik, mereka sudah hadir di beberapa wilayah di Indonesia, di Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan di Bandung. Seperti halnya Islam, tarekat yang mereka jelaskan kepada kami siang itu, merupakan jalan untuk mendapat Kasih Tuhan.  Tarekat ini juga terfokus pada pendidikan perempuan.

Dalam kesempatan itu, suster Gera yang merupakan pengurus tarekat tersebut menjelaskan makna natal. Yang mana, natal dirayakan atas kelahiran Yesus. Yesus adalah manusia, Nabi, dan Tuhan. Ketika umat islam diberi wahyu berupa kitab suci, maka Kristen diberi wahyu Yesus yang juga merupakan sabda Tuhan.

Penyambutan yang diberikan suster Gera dan para penghuni biara sangat hangat, selain diskusi, kami disana juga diberi kesempatan untuk bernyanyi bersama serta membuka kado yang telah disediakan oleh para postulan ditempat itu.

Ini merupakan bentuk kecil dari perdamaian yang dicita-citakan bangsa Indonesia. "Kita sedang mencicipi perdamaian" ungkap suster Gera diakhir acara. 

DISKRIMINASI DALAM PERDA SUDUT PANDANG PLURALISME

foto Rick Husein

Sebagai warga negara kita harus sadar dan peduli terhadap hal tersebut, karena terbentuknya negara itu sendiri dengan tujuan. Pembentukan negara Indonesia bukan bedasarkan negara agama, hal ini sudah difikirkan jauh-jauh hari oleh para ulama pada Muktamar NU ke 14 tahun 1939. Para ulama sepakat bahwa negara yang didirikan nanti itu bukan negara agama. Ini terjadi 20 tahun sebelum indonesia merdeka. “Karena kalau menggunakan negara agama, harus atas dasar interpretasi. Namun, interpretasi siapa yang akan digunakan?”. Ungkap Musdah Mulia di gedung Theater Universitas Kristen Maranatha. Kamis(13/12)
Musdah Mulia memperhatikan beberapa upaya pemasukan ideologi agama terhadap negara. Pertama, BPUPKI yang ingin memasukan ideologi islam pada pembentukan negara, tapi tidak diterima. Kedua, ada yang ingin negara sekuler, tapi tidak laku. Dan akhirnya yang terpilih adalah ideologi pancasila.
Pancasila dipilih karena memiliki nilai-nilai etik. Musdah Mulia memaparkan pemaknaan pancasila  mulai dari sila pertama, yaitu ketuhanan Yang Maha Esa. Dalam sila ini ada nilai-nilai spritual tentang keTuhanan. Sila kedua, yaitu kemanusiaan yang adil dan beradab. Kemanusiaan disini pada intinya mengandung solidaritas, kejujuran dll. Sila ketiga, persatuan Indonesia. Yang bermakna persamaan geografis nusantara. Namun, yang terjadi sekarang  adalah egoisme sektoral, dan harus dihapuskan. Sila keempat, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan. Perwakilan disini adalah mengendalikan kemaslahatan. Sila kelima, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Bermakna pembangunan yang mengedepankan keadilan.
Perda merupakan hasil produk dari reformasi, khusunya mengenai otonomi daerah. Tujuan otonomi daerah itu untuk mendekatkan pelayanan publik pada masyarakat, sehingga masyarakat bisa mendapatkan hak dan kewajibannya di negara. Terkait dengan hak dan kewajiban warga negara Indonesia, Albertus Pati menyoroti gay dengan waria “kita harus mengesampingkan perspektif agama terlebih dahulu, dan menyapakati bahwa mereka adalah warga negara Indonesia yang harus dipenuhi haknya sebagai WNI. Seperti hak hidup, hak pendidikan,dll”
Musdah Mulia juga mengklasifikasikan perda-perda yang mendiskriminasi, diantaranya:
Perda yang berkaitan dengan busana. Misalnya, perda tentang jilbab, baju koko, dll.  Kita ketahui, yang namanya perda itu mengikat seluruh masyarakat. Contohnya  provinsi, ketika ada perda jilbab berarti semua warga yang ada di kota tersebut harus  mengikuti perda tersebut. Malah ada yang lebih aneh lagi di Kalimantan Selatan ada yang memberi ukuran berjilbab, dan hak sepatu. Seharusnya pemerintah itu mengatur perda tentang pendidikan, kebutuhan hidup, tapi kenapa malah mengatur perda tentang busana?
Perda tentang kompetensi Baca Tulis Qur’an (BTQ). Perda ini berlaku untuk pengangkatan pejabat, orang yang akan melaksanakan pernikahan, yang melanjutkan dari SD ke SMP harus punya sertifikat bisa mengaji Al-Qur’an. “Ketika pengangkatan pejabat sepertinya tidak harus bisa membaca Quran. Kalau memang berkompeten di bidangnya kenapa tidak untuk diangkat? Kemudian, karena saking banyaknya yang gak bisa baca tulis Quran, dan sudah ingin menikah, malah ada pihak yang menjual belikan sertifikat bisa membaca al-qur’an, dan ini malah memunculkan praktek jual beli.” Papar Musdah.
Perda mengenai pengamalan ibadah. Seperti, perda tentang zakat, infak dan sodaqoh. Masyarakat diwajibkan membayar zakat ke pemerintah. Siapa yang bisa menjamin pemerintah tidak korup? lebih baik langsung ke mustahiq zakat.
Perda terkait aktifitas ramadan. Seperti hiburan malam harus ditutup, warteg harus ditutup, untuk menghormati orang yang puasa. Kenapa yang puasa harus menghormati bukankah seharusnya yang puasa yang menghormati yang tidak puasa. Sehingga, seolah-olah simbol agama itu harus mendapat supremasi. Apa Islam tidak confidencedengan keislamannya?
Perda kesusilaan. Misalnya perda larangan memakai rok mini dan perda pornografi. Hal seperti ini tidak perlu dibentuk undang-undang, karena ini bisa dilakukan di lingkungan keluarga. Undang-undang pornografi, isinya itu menganggap tubuh perempuan sebagai alat sumber kemaksiatan. Ini merupakan sebuah diskriminasi terhadap perempuan. Dan perda-perda yang mendiskriminasi perempuan ±27 macam perda. Gerakan dari komnas perempuan pun kadang-kadang tidak digubris.
Perda tentang kelompok agama atau minoritas. Contoh perda pelarangan ahmadiyah, lama kelamaan, di indonesia akan muncul negara cluster agama. Bisa jadi nantinya akan terbentuk daerah kristen, daerah islam, derah budha dll.

Acara ini diselenggarakan oleh komunitas lintas agama JAKATARUB.

WISATA RELIGI PERBANDINGAN AGAMA

Written By perbandingan agama on Kamis, 10 Mei 2012 | 09:30


Terkait dengan mata kuliah Studi budaya lokal, budhisme dan kristologi mahasiswa Perbandingan Agama mengikuti perayaan waisak di Jogjakarta. Acara waisak ini dilaksanakan oleh Perwalian Umat Budha Indoneisa (WALUBI) minggu (06/05)
Detik-detik waisak dilaksanakan di Candi Mendut dan dilanjutkan dengan Kirab (arak-arakan) dari Mendut ke Borobudur. Acara di Borobudur merupakan acara memandikan Budha dan acara inti waisak. Serta di akhiri dengan pelepasan 1000 lampion.
Setelah mengikuti perayaan waisak, perjalanan di lanjutkan ke Institut Dialog Antar Iman di Indonesia atau Istitute for Interfaith Dialogue in Indonesia disingkat Institut DIAN/Interfidei. Disana dilaksanakan sebuah diskusi lintas iman yang menghadirkan beberapa tokoh lintas agama setempat.
Tempat terakhir yang dikunjungi adalah Seminari Tinggi Santo Paulus di Jogja. Tempat ini merupakan asrama para calon Romo yang dihuni oleh para Frater (calon romo) atau di islam dikenal dengan nama  Pesantren.
Acara ini diakhiri dengan silaturahmi Perbandingan Agama UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Perbandingan Agama UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta dan Perbandingan Agama IAIN Sunan Ampel Surabaya.

Refleksi Keberagamaan Kaum Minoritas

Written By perbandingan agama on Sabtu, 11 Februari 2012 | 19:27

warna merah berserakan disetiap penjuru jalan Cibadak,Sabtu(11/02/2012). Sejauh mata memandang, orang-orang beramata sipit berlalu lalang ditengah keramaian pedagang kaki lima. Jalan Cibadak siang itu di penuhi pejalan kaki, tak ada kendaraan yang diizinkan melewat kesana. Muka-muka ceria menghiasi wajah putih mereka, dengan suara latar tabuh-tabuhan khas China suasana ceria semakin terasa. 
Adalah Cap Go Meh, puncak perayaan dari serangkaian tahun baru China yang kami kunjungi. Ada yang mengatakan hari ke 15 setelah tahun baru, tapi kalau saya hitung hari itu hari ke 19. Karena waktu libur nasional menunjukan tanggal 23 sebagai tanggal hari raya imlek.
Di Jalan Cibadak Bandung ini ada panggung utama yang mungkin menjadi salah satu tempat pusat perayaan di Bandung. Panggunnya berada di depan Vihara dewi. Pusat pemberangkatan yang bisa saya lihat adalah dari Vihara Dewi dan Kon Miau (entah tempat apa namun didalamnya saya juga melihat tempat peribadatan).
Acara puncak ini diisi dengan arak-arakan kalau tidak salah sepanjang 30KM. Jalan yang dipenuhi pengunjung itu dipagari oleh orang-orang bermata sipit dengan bergandengan tanga, karena jalan tersebut akan digunakan oleh para peserta yang membawa berbagai aksesoris khas Imlek. Satu persatu, kelompok-kelompok arak-arakan bermunculan dengan berbagai kostum, aksesoris, dan pendekar, dan dewa-dewa. Begitupun sosok Kera sakti dan jajarannya, serta beberapa kostum yang bisa kita lihat difilm-film shaolin dengan membawa bendera-bendera bertuliskan huruf China dan tongkat-tongkat. Ada juga yang mengarak dewa-dewa yang dibawa dengan tandu, ada yang bisa kita perhatikan saat mereka membawa tandu para dewa itu, adalah dengan cara menggoyang-goyangkan tandu tersebut. Konon katanya untuk ritual keseimbangan antara Yin dan Yang. 
Tikak terlewatkan juga Barongsai dan Naga mulai dari yang berukuran kecil sampai yang berukuran panjang dan sangat besar. Menurut legenda, Naga itu diibaratkan sebagai makhluk yang menakutkan yang akan membawa suatu kesialan, dan cara mengusirnya adalah dengan menggunakan bunyi-bunyian. Maka dari itu mereka menggunakan bunyi-bunyian itu untuk mengusir kesialan-kesialan yang mungkin akan terjadi. Mereka juga memberikanangpau kepada para Barongsai itu.
selain di jalan Cibadak, arak-arakan ini juga sampai ke jalan Jendral Soedirman, arak-arakan disini lebih menarik, karena disini lebih banyak peserta. Di jalan ini selain peragaan-peragaan baronsai dari etnis China, ada juga ciri khas budaya sunda, seperti para penari jaipongan, beberapa wayang, dan kelompok kesenian sunda lainnya.
gambar dari sini

Cap Go Meh merupakan acara puncak pemberian angpau, ada yang mengatakan angpau sama halnya dengan zakat yang diberikan oleh umat islam, dimana angpau tidak bisa diterima oleh sembarang orang dan tidak bisa juga diberikan oleh sembarang orang. Ada ritual ibadah dalam hal ini, mereka berkeyakinan dengan memberikan angpau kepada barongsai akan diberikan banyak rizki. 
Etnis China merupakan etnis minoritas di negara kita, namun mereka bisa menjunjung tinggi dan mempertahankan budaya-budaya nenek moyang mereka. Keberagamaan mereka sematkan dalam acara akhir perayaan tahun baru ini. Mereka senantiasa mengingatkan kepada semua orang etnisnya bahwa segala hal harus dimulai dengan semangat yang tinggi, pengorbanan serta memberi. Begitupun dengan mitos-mitos yang mampu mereka pertahankan dalam hal apapun, mereka tidak meninggalkan mitos-mitos yang mereka percayai dalam era modern ini. Dengan adanya berbagai etnis yang merayakan cap go meh ini, bisa dilihat peta kecil keragaman suku dan agama di Indonesia yang bisa saling melengkapi. 

Milad Flads

Written By perbandingan agama on Jumat, 30 Desember 2011 | 21:54

diskusi : Budaya sunda

Written By perbandingan agama on Kamis, 22 Desember 2011 | 17:31

Pemateri : Busro
Kebudayaan itu materinya masih luas, jadi kita akan mempersempit lebih ke kebudayaan sunda itu sendiri. Karena kita sekarang sedang berada di wilayah sunda.
Secara arti sunda ada yang berpendapat “bagus”, “baik”, “cemerlang”, ada yang mengatakan itulah arti dari sunda sendiri. Makanya watak-watak orang sunda pada bageur kalau kata orang Cirebon. Cirebon walaupun itu masih ada di jawa barat, tapi menurut teori sosiologi Cirebon ada di wilayah transisi. Transisi disini dari segi budaya, yaitu budaya jawa dan budaya sunda. Maka dari itu, orang Cirebon sundanya tidak sunda, jawanya juga tidak jawa. Bukan berarti tidak punya kelamin, tapi itu keunikannya.
Dari budaya sunda ini, mungkin saya akan lebih mengacu pada seni-seni tradisional, dan permainan tradisional. Agar kita bisa kembali ke masa  kecil dulu. Mungkin banyak permainan-permainan tradisional yang sering kita mainkan. Dan sekarang, sudah tidak ada bahkan mungkin sudah hilang.
Waktu kecil permainan yang sering kita mainkan kalau di desa saya (Cirebon) menyebutnya hong-hongan, kalau di sunda mungkin namanya petak umpet, ada juga yang menyebutnya dengan istilah boy-boyan . aturan permainannya memakai pecahan genteng di tumpuk-tumpuk, ada yang jaga dan ada yang bersembunyi. Dari permainan seperti itu kita bisa mengambil hikmahnya. Kita diajarkan untuk bekerjasama dan lebih kreatif. Dulu kita mengenal ada mobil-mobilan yang terbuat dari bahan-bahan bekas, seperti kaleng susu, kayu dan sebagainya, dengan itu kita menjadi lebih kreatif.
Ada juga permainan seperti benteng-bentengan. Dimana ada dua kubu yang menjaga batu atau sejenisnya, cara permainannya kalau batu itu tersentuh oleh lawan berarti kalah, dan kalau kena berarti kita ditawan. Disitu kita bisa belajar kerjasama dan strategi juga.
Permainan biasanya ada yang menggunakan alat-alat, seperti engrang atau jangkungan. Engrang adalah permainan berupa alat yang dibuat dari bambu, yang biasanya panjangnya melebihi tinggi badan kita, diantara buku bambu itu dipasang dua penyangga untuk kita berdiri di atas 2 bilah bambu tersebut.
Yang lebih menarik dari permainan tradisional khas sunda, biasanya sering diiringi oleh nyanyian-nyanyian yang unik. Itu juga mengajarkan kita lebih untuk lebih kreatif.
Di bandung ada yang namanya komunitas Hong, komunitas yang berdiri pada tahun 2003 ini sudah berhasil mencari dan merekonstruksi kembali permainan tradisional anak-anak. Ada sedikitnya 200 permainan yang ada di komunitas Hong ini.
Kita langsung berlanjut kedalam diskusi, permainan-permainan yang ada di daerah masing-masing serta lagu-lagu yang mengiringi permainan tersebut.
Ani mengungkapkan kalau di daerah Ciamis ada permainan pecle, dan ada nama lain untuk pecle itu, Acep yang dari Bandung menyebutnya dengan nama sonlah. Pecle atau sonlah adalah salah satu permainan yang biasa dimainkan oleh perempuan. Biasanya permainan ini menggunakan media tanah yang diberi garis kotak-kotak, sebelah kanan lima kotak, dan sebelah kiri lima kotak. Dan alat yang lain yang digunakan adalah genteng yang dibentuk segi empat untuk menjalankan permainan itu.
Ada juga permainan yang dinamakan gatrik, gatrik adalah permaian yang menggunakan bambu yang dipotong kecil, kemudian disimpan ditanah dan di pukul dengan bambu yang lain. Busro menambahkan kalau di cirebon ada permainan yang dinamakan jeletotan. Untuk wanita ada juga permainan yang memakai karet yaitu sapintrong dan luncat tinggi. Khairudin mahasiswa asal Malaysia juga memiliki permainan yang dinamakan keong tiang, kalau orang sunda menyebutnya ucing sumput.
Nyanyian-nyanyian tradisional juga kita tidak boleh melupakannya, takutnya nanti bisa punah. Ada beberapa nyanyian tradisional yang biasa kita nyanyikan dalam permainan-permainan tradisional itu diantaranya:

*Perepet jengkol jajahean
Kajepet ---- jejeretean

*Cang kacang panjang anu panjang ucing

*Cingciripit tulang bajing kacepit
  Kacepit ku bulu pare
 Bulu pare memencosna

*Oray orayan luar leor mapay areuy
Tong kasawah parena eukeur beukah

*Cingcangkeling manuk cingkleung cineten
Plos ka kolong bapa satar buleneng

*Cang ucang angge mulung muncang dipapangge
Digogogan anjing gede
Ari gog gog cungungung

Ari : “ jadi intinya kita banyak sekali mendiskusikan kebudayaan-kebudayaan seperti ini. Kita hanya bisa berhenti dalam obrolan-obrolan seperti ini. Kita banyak kehilangan khazanah permainan sunda terdahulu. Jadi kalaupun memang kita  coba mendata, kemudian kita sebarkan kembali dan kita budayakan kembali. Sebaiknya ini dibawa ke perkotaan-perkotaan, karena yang saya lihat, tradisi ini sudah tidak ada lagi”

Busro : “tahun 1994 dan 1995an mungkin sudah hampir hilang dan sekarang tahun 2000an bahkan sudah hilang sama sekali disini”.

Ari : “keponakan saya  yang kecil, yang sekarang kelas dua SD, mainannya sudah main PS. Dan sekarang yang di Bandung anak umur empat tahun sudah ke warnet”
Fu’ah : “kira-kira kenapa sih yang seperti itu bisa hilang, sedangkan mereka kan anak kecil darimana mereka bisa terpengaruh?”

Busro : “serangannya itu lebih banyak daripada pertahanan, seperti media Televisi. Jujur saja ya menurut saya media televisi yang pertama menghancurkan, waktu dulu saya masih kecil sebelum ada TV, main di luar rumah masih sampai jam 9an. Apalagi kalau terang bulan dan malam minggu waktu libur sekolah kita biasanya bikin tenda. Walaupun ada cerita-cerita hantu tapi tetap keluar jam delapan jam Sembilan itu baru masuk rumah. Tapi sekarang gara-gara banyak TV dan hantunya makin banyak dan makin terkenal kita jadi merasa takut. Hantu saja sudah komersil”

Ari : “sekarang hantunya banyak yang seksi dan cantik, kalau dulu kita suka main polisi-polisian, anak kecil
sekarang lebih memilih main setan-setanan dan ingin jadi setannya karena setan sekarang cantik-cantik”
Sebenarnya ini hanya nostalgia dan membuat kami  ingin pulang ke kampung halaman.

Busro : “percuma di rumah juga sudah tidak ada”

Ari : “di daerah saya masih ada sedikit kebiasaan”

Fuah : “adanya paling ngadu gambar, BP-BPan, BP sekarang juga sudah hampir punah karena diganti dengan boneka Barbie”
di Negara tetangga kita Malaysia, yang merupakan saudara kita sesama rumpun melayu mempunyai permainan anak-anak yang hampir sama seperti Indonesia, seperti yang Khairuddin dan Fazil kemukakan.

Khairudin : “ di daerah saya Sabah, juga sama ada permainan injit-injit semut(kalau di daerah sunda kita menyebutnya dengan endog-endogan)”.
Kalau di Indonesia lagu untuk permainan itu

Endog-endogan peupeus hiji pre

Sedangkan di Malaysia lagunya seperti ini

Injit-injit semut siapa sakit naik atas

Busro : “Sekarang mari kita berusaha mengingat-ngingat kembali permainan-permainan sunda dan nyanyian-nyanyiannya.”

Fuah : “permainan ini adalah permainan tangan, lagunya seperti ini

*mi mi mi mi
Mi atas mi bawah
Mi depan mi belakang
Mi ciut ciut ciut

Acep : “permainan ini dilakukan oleh tiga orang, dimana kaki mereka saling bersilang dan saling membelakangi, lagunya seperti ini

* Perepet jengkol jajahean
 Kajepet ---- jejeretean

Ari : “mungkin ini hanya nyanyi-nyanyian saja, lagunya gini :

*punten mangga, ari ga Gatot gaca, ari ca
  Cau ambon, ari bon Bonteng asak, ari sak
  Sakit perut, ari rut rujak asem, ari sem
  Sempal sempil, ari pil pilem rame ari me
  Meja makan, ari kan kantong kosong ari song
  Song song lampu, ari pu puak paok ari wok Wok berewok
*tung keripik due duit segepit
 Due sawah selumpit
 Due duit seketip

Khairudin : “aturan permainannya dengan menggunakan tangan yang ditepuk-tepuk berbalasan dengan teman, lagunya seperti ini : 

*assalamualaikum kum apa kumbet
Bet apa betmen, men apa mentol
Tol apa tolak, lak apa laksa
Sa apa sapi, pi apa pinang
Nang apa nangka, ka apa kayu
Yu apa you…

Ani : “permainan ini biasanya dipakai ketika permainan petak umpet, untuk menentukan orang yang berjaga. Caranya telunjuk orang yang akan bermain disimpan di telapak satu orang teman, sambil menyanyikan lagu, jika ada yang telunjuknya tertangkap, maka dia yang jaga. Dan lagunya seperti ini :

 *cingciripit tolalilobang
  Saha nu kajepit eta tunggu lawang

Iis : “permainan ini hanya  lagu yang kalimat terakhirnya biasanya dipraktekan, seperti jika ada kata “hormat” maka kita memperaktekan hormat, lagunya seperti ini :

*pa camat jualan tomat
Yang beli harus  hormat
Bu siti pake kacamata
Yang lihat jatuh cinta jatuh cinta

Mia : “permaianan ini semacam hompimpah, telapak tangan kiri dibuka teru ada seorang yang nunjuk pake jari. Lagunya gini :

*do Mikado es ka, es kado
Burung beo, cit cit cit satu dua tiga

Fazil : “permainan ini terdiri dari tiga orang, kita duduk sambil menselonjorkan kaki. Jika lagunya berakhir di satu orang, maka satu orang itu harus melipat kakinya, lagunya seperti ini:

*inumbang inumbang
Inumbang ku darado, darado bunga tapai
Bunga tapai mafia, mafia kalimando
Ku ku ---- pala

Dede : *surundeng puyuh ….
“lupa lagi lanjutannya”

Ucup : “mungkin ini hanya guyonan, jadi peraturannya dengan mematahkan jari sampai berbunyi. Kalau berbunyi berarti jodoh, kalau tidak bunyi berarti tidak jodoh. Lagunya gini :

*matematika ada orang jatuh cinta
Namanya Yusuf (nama orangnya bebas) kepada Uci
Setuju atau tidak

Dede :   “permainan ini adalah  permainan siapa paling cepat tangkap dalam menyanyikannya. Lagunya seperti ini: 

*punten mangga, ari ga Gatot gaca, ari ca
Cau ambon, ari bon Bonteng asak, ari sak
Sakit perut, ari rut rujak asem, ari sem
Sempal sempil, ari pil pilem rame ari me
Meja makan, ari kan kantong kosong ari song
Song song lampu, ari pu pulo bali ari li
Lian belut, ari lut lutung hideung ari deung
Deungeun sangu, ari ngu ngurus ucing ari cing
Cingcangkeling manuk cingkleung cineten
Plos ka kolong bapa satar buleneng

Busro : “di Cirebon juga ada, tapi permainannya saya lupa Cuma lagunya masih ingat. Tapi bahasanya juga bahasa Cirebon.

*unce unce aja geger, gegera kene
Gegera pasar gede , mbok miung
Mbok miung diderana wedus bando
dicaca neng bale Ranjang didudut jenggote embe

dan ada satu lagi, ini biasanya untuk mengejek pak haji, gini lagunya :

*dumbreng dumbreng wak haji nyolong dendeng
Dendenge ora enak, wak haji nyolong anak
Anake ora payu, wak haji kayu
Kayune ora garing, wak haji nyolong piring
Piringe ora pecah, wak haji nyolong becak
Becake ora mangkat, wak haji nyolong berkat
Berkat ora mambu, wak haji nyolong jambu
Jambu ora abang, wak haji nyolong sabrang
Sabrang ora pedes, wak haji diuwes uwes

Gelak tawa tak henti mengiringi diskusi malam tadi, kami diajak bernostalgia dengan masa lalu, dan ada juga yang merasakan sakit karena hal itu sudah tidak ada lagi saat ini. Kita mungkin masih mengalami permainan-permainan seperti itu, tapi anak-anak yang lahir pada tahun 2000an mereka sudah tidak mengalami lagi, sebab sudah ada permainan yang lebih modern, seperti PlayStation, Facebook dan sebagainya.
Budaya kita sekarang dalam perkuliahan banyak orang-orang intelek, kita menggali ajaran-ajaran agama lain, sedangkan agama sendiri ditinggalkan dan kurang mengenal. Begitu juga budaya sendiri sekarang, biasanya yang diteliti adalah budaya-budaya besar sedangkan budaya-budaya masa kecil yang merupakan awal dari terbentuknya budaya besar hampir dilupakan. Budaya kecil seperti ini adalah hiasan-hiasan rumah budaya-budaya besar, jika budaya kecil saja sudah tidak ada bagaimana kita bisa merasakan harumnya budaya yang besar. Salah satu cara menjaganya adalah dengan melestarikan lagi, seperti komunitas Hong itu.

bedah buku :Dialog Peradaban

Written By perbandingan agama on Kamis, 15 Desember 2011 | 20:13

Mahasiswa Perbandingan menghadiri undangan bedah buku "dialog peradaban". buku ini berisi dialog antara Alm. Gus Dur dan Daisaku Ikkeda presiden SOKA GAKKAI INDONESIA.
pembicara dari lintas agama
ibu Shinta Nuriyah Wahid datang menghadiri acara bedah buku.




keluarga besar sokka gakai
undangan yang hadir di bedah buku
Allisa Wahid juga hadir sebagai pembicara
tamu yang mencoba menanggapi

Dialog Peradaban

Written By perbandingan agama on Minggu, 11 Desember 2011 | 20:24

oleh : Ari Farizal Rasyid

”Obrolan yang dilakukan oleh K. H. Abdurrahman Wahid Alm. (Mantan Presiden dan ketua umum Pimpinan Pusat Nahdatul Ulama) atau yang biasa dipanggil Gus Dur dengan Dr. Deisaku Ikeida (presiden kehormatan Soka Gakkai Internasional) merupakan obrolan yang luar biasa mengenai sistem sosial bagi seluruh umat manusia di dunia khususnya masyarakat Indonesia dan Jepang. Dialog peradaban melalui kebudayaan yang dibukukan setahun terakhir merupakan sebuah contoh orang-orang yang berintelektual tinggi dan mencerminkan bahwa semakin cerdas dan luas wawasan keilmuan seseorang, akan mampu menembus tembok-tembok penghalang yang ada pada setiap manusia terutama perbedaan dalam sistem kepercayaan (agama). Seseorang yang mempunyai tingkat intelektual tinggi dan wawasan yang luas, serta keterbukaan pemikiran akan mampu menghindari permusuhan atau pertikaian apalagi sampai terjatuh pada tingkat kekerasan, saling mencemooh bahkan saling menyakiti. Sebaliknya, mereka akan saling memahami antara perbedaan tersebut bahkan saling belajar dan mengambil semua yang baik dan patut dicontoh dari budaya yang lain seperti yang dilakukan oleh kedua orang luar biasa tersebut”. Demikian sekilas intisari yang dapat saya ambil dari acara “Dialog Peradaban Melalui Kebudayaan” yang digelar pada hari minggu 11 Desember 2011 pagi di festival citylink, Bandung. Dengan pembicara Ibu Alisa Wahid (Putri sulung Gus Dur Alm.), Peter Nurham (ketua umum Soka Gakkai Indoneia), pendeta Albertus Patty (PGI), Romo Beni Soesetyo (KWI)
Menurut saya, dialog yang mengangkat tema peradaban dan kebudayaan seperti ini bukan menjadi hal yang tabu lagi untuk saat ini terutama di kalangan para intelektual-intelektual yang bergerak pada bidang sosial ekonomi. Sebenarnya, peradaban seperti apa yang pada saat ini secara riil dijalani oleh masyarakat Indonesia. Banyak orang yang mengatakan bahwa Indonesia itu kaya bahkan Negara lain pun mengakui kekayaan alam Indonesia. Tapi kenyataanya, “PBB menyatakan bahwa Indonesia mempunyai peringkat paling rendah dari 142 negara dalam kesejahteraan rakyat” ucap ibu Alisa Wahid pada acara dialog tersebut. Masih banyak orang-orang miskin, gelandangan, pengemis anak-anak jalanan yang tersebar dan semakin merajalela di tanah air Indonesia.
Indonesia yang katanya sudah sudah menyatakan kemerdekaanya dan diakui juga oleh Negara lain, ternyata masih terjajah dalam peradabannya. Peradaban yang carut marut dimana yang kaya tambah kaya, yang miskin tambah miskin tergerus oleh ketamakan manusia bodoh dan termanjakan oleh rasa pasrah dan menerima seadanya dan tak mau berusaha. Peradaban bukanlah milik agama atau kebudayaan, tapi agama dan kebudayaan adalah bagian daripada peradaban tersebut, termasuk perekonomian, intelektual dan karya.
Indonesia memiliki banyak kebudayaan dan agama yang berbeda didalamnya, tapi mengapa dari dulu Indonesia tak pernah bisa menjadi Negara maju, malah terus jalan di tempat dalam perkembangan yang sebenarnya tak pernah berkembang. Agama seharusnya mampu menjadi jawaban dari semua masalah yang ada. Indonesia mempunyai alam yang kaya, Indonesia mempunyai kebudayaan yang beragam dan yang lebih berpengaruh, Indonesia mempunyai berbagai agama yang hidup berdampingan.
Saya yakin, semua agama mempunyai tujuan dan sistem sosial yang sebenarnya bisa bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat apabila diamalkan. Seperti agama Islam yang mempunyai konsep zakat, qurban dan sodaqoh agama Kristen dengan konsep cinta kasihnya agama Budha dengan konsep damainya dan agama lainya yang saya yakin menyerukan juga pada sesuatu yang positif. Tapi pada kenyataanya sampai sekarang Indonesia masih tetap dihantui oleh kemiskinan dan ketamakan yang tiada hentinya. Lalu, apakah kebanyakan orang-orang beragama hanya sebagai formalitas saja? Apakah agama hanya sebagai kedok untuk untuk mengumpulkan dukungan saja? Mungkin dua pertanyaan sederhana ini bisa menjadi perenungan kita semua sebagai manusia yang beragama.
Kondisi psikologis dan mental generasi muda juga sepertinya harus menjadi tugas kita semua, yang pada saat ini generasi muda dan kita semua telah dicekoki oleh budaya-budaya hedonis yang menjadikan mental generasi penerus Indonesia terkikis habis, sehingga yang tersisa adalah sebuah kesengsaraan abadi dan kebahagiaan semu yang terjadi begitu singkat.
Saat ini mari kita mulai memperbaiki budaya yang seharusnya tidak dibudayakan dan membudayakan yang seharusnya dibudayakan demi kemajuan peradaban masyarakat Indonesia. Ketertarikan Budaya membaca yang sudah mulai pudar dikalangan kebanyakan generasi muda karena tergeser oleh sajian televisi yang lebih menarik atau fasilitas internet yang saat ini mudah diakses dimana saja dengan menyalahgunakan pemanfaatan yang sebenarnya. Anak kecil dibawah umur yang tidak lagi menyanyikan lagu anak-anak tetapi menyanyikan lagu-lagu orang dewasa yang bertemakan cinta, pengkhianatan dan hal lain yang belum saatnya diketahui anak kecil sehingga dapat merusak mental dan moral generasi muda Indonesia. Mari renungkan, mencari solusi dan bergerak untuk menyelesaikanya.

Hari Kiamat

Written By perbandingan agama on Rabu, 07 Desember 2011 | 16:23

Kiamat adalah hari akhir dimana seluruh makhluk dimusnahkan, sebagai umat Islam kita harus percaya, karena salah satu bukti keimanan kita adalah percaya pada hari akhir yaitu hari kiamat, dan bisa dibuktikan dengan adanya  ayat  yang menyebutkan bahwa hari akhir itu benar-benar ada yaitu QS. As Saba ayat 3.

dan orang-orang yang kafir berkata: "Hari berbangkit itu tidak akan datang kepada kami". Katakanlah: "Pasti datang, demi Tuhanku yang mengetahui yang ghaib, Sesungguhnya kiamat itu pasti akan datang kepadamu. tidak ada tersembunyi daripada-Nya sebesar zarrahpun yang ada di langit dan yang ada di bumi dan tidak ada (pula) yang lebih kecil dari itu dan yang lebih besar, melainkan tersebut dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)",

pada hari kiamat seluruh makhluk akan musnah, begitupun bintang dan matahari, mereka akan jatuh berserakan. Kebanyakan orang meyakini cahaya bintang tidak akan pernah habis, tapi ayat al qur’an menafikan hal itu. Cahaya bintang akan habis, dan akan jatuh berserakan. Seperti dijelaskan dalam QS.Al Infithar ayat 2-3  
dan apabila bintang-bintang jatuh berserakan,
dan apabila lautan menjadikan meluap,

Matahari yang begitu besar, yang merajai hari-hari kita dan bergantian datangnya dengan malam juga akan mengalami kehancuran, seperti disebutkan dalam QS.At-Taqwir ayat 1.
    
apabila matahari digulung,
dan apabila bintang-bintang berjatuhan,
dan apabila gunung-gunung dihancurkan,

tafsiran yang kami ketahui disini, maksud dari matahari digulung adalah cahaya matahari itu hancur. Dari penelitian ilmiah matahari juga akan musnah. Kenyataan bahwa kiamat akan terjadi dikukuhkan oleh teori-teori ilmiah. Begitupun bumi yang kita singgahi beserta isinya akan hancur rata seperti yang tertera dalam QS. Al Insiqaq ayat 3 dan 4.


dan apabila bumi diratakan,
dan dilemparkan apa yang ada di dalamnya dan menjadi kosong,

Kiyamat akan datang secara tiba-tiba, tidak ada satupun makhluk Allah yang mengetahui hal tersebut termasuk Nabi Muhammad sendiri. Maka dari itu, ramalan-ramalan bukanlah hal yang harus dipercayai, ketika kita berpegang teguh pada Al-Qur’an hal seperti itu janganlah menjadi acuan.
Setelah kiamat, kita meyakini bahwa akan adanya hari kebangkitan , dimana seluruh amal perbuatan selama hidup di dunia diperhitungkan, seperti dalam QS. Al Qamar ayat 7.
  
sambil menundukkan pandangan-pandangan mereka keluar dari kuburan seakan-akan mereka belalang yang beterbangan.

Tidak hanya makhluk-makhluk yang tampak oleh mata kita yang akan dihancurkan, tetapi semua makhluk Allah yang kasat mata manusia juga akan di hancurkan. Termasuk para malaikat, jin setan dan segala hal yang diciptakan Allah yang semuanya disebut makhluk. Malaikat yang bekerja meniup sangkakala sekalipun akan Allah hancurkan. Permasalah yang kita dapatkan,  malaikat Izrofil sebagai peniup sangkakala kapan dia akan dihancurkan? Dan telah kita tahu semua, hari akhir itu adalah hari pembalasan dimana segala amal perbuatan manusia akan diperhitungkan namun ketika manusia dihisab, apakah satu-satu atau serentak?
Apakah ada dunia baru setelah hari kiamat itu? Ketika ada yang namanya dejavu apa mungkin itu salah satu tanda bahwa ada kehidupan sebelum kehidupan ini. Namun kita tahu bahwa kehidupan setelah kiamat itu abadi, ada ayat Qur’an yang menyebutkan bahwa perjalanan hidup manusia itu ada 4, “mengapa kamu kafir kepada Allah, Padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan?” (QS.Al Baqarah;28).
Hari kiamat adalah hari akhir segala kehidupan manusia, seperti sebelumnya disebutkan segala amal perbuatan manusia akan diperhitungkan. Yang berat timbangan amalnya dan Allah ridhai maka ia akan masuk surga, dan jika sebaliknya maka nerakalah yang akan jadi tempat terakhirnya. Manusia sudah pasti mempunyai tempat yang telah Allah sebutkan dalam Al-Qur’an yaitu surga atau neraka. Namun kita hidup di dunia bukan hanya manusia saja, ada hewan, tumbuhan dan sebagainya apakah mereka juga akan menjadi penghuni surga dan neraka? Kita tahu ada cerita tentang anjing Ashabul Kahfi, anjing yang dikatakan pasti akan masuk surga, maka dimungkinkan akan ada hewan yang tidak akan masuk surga. Wallahu a’lam.
Karena akal kita terbatas kita hanya bisa sedikit menyimpulkan, dan kita juga yakin hanya Allah yang mengetahui segalanya, tapi kita hanya belajar mencoba untuk ijtihad. Salah dan benar hanya milik Allah. Apa yang kita bicarakan dari awal sampai akhir, sampai pada batasnya, kita tidak bisa menjawab lagi pertanyaan-pertanyaan yang terus membredel dari kepala kita. Pembicaan hari kiamat ini sebenarnya tidak kita kaji secara bahasa, karena  keterbatasan kita. Dalam al Qur’an ada istilah al Qiyamah dan As sa’ah bedanya apa itu belum kita temukan, banyak penafsiran berbeda-beda dari kata qiyamah, yaumuddin, as sa’ah, dan mungkin masih banyak lagi istilah-istilah yang merujuk pada hari akhir tersebut.
Adanya prediksi untuk reinkarnasi, membuat kita memikirkan apakah akan ada kehidupan lain di dunia setelah di akhirat nanti? Karena kita tahu yang abadan itu adalah kehidupan kita sebagai umat manusia pada zaman ini dan pada peradaban saat ini. Tapi apakah akan ada manusia baru? Adam-Adam lain yang akan menempati surga yang pertama kali untuk generasi selanjutnya? Karena tidak bisa dipungkiri bahwa kita sering dejavu, itu kemungkinan juga adalah dulu kita pernah mengalami hal seperti ini.
Mungkin ada benarnya juga menurut golongan jabariyah, yaitu seluruh yang beribadah dan yang tidak beribadah, yang benar dan yang salah itu sudah Tuhan atur sedemikian rupa. Dan kita sebagai manusia hanya bisa berencana dan Allah lah yang menentukan. Kita bisa berusaha, kita bisa berencana, kita bisa bermimpi, kita bisa membayangkan, tapi tetap pada akhirnya Allah lah yang menjadi eksekutor semuanya.
Ketika ada kebahagiaan itu merupakan musibah dan ketika ada kesedihan itu juga musibah. Karena ketika kebahagiaan tidak didasari dengan rasa syukur, maka kita akan menjadi ingkar. Dan ketika kita celaka, lantas kita malah mengeluh dan berhasud terhadap Allah. Maka marilah kita bersyukur ketika dapat kebahagiaan dari Allah dan ketika mendapat sebuah kecelakaan marilah kita ucapkan Innalillahi wainna ilaihi roji’un.
Wallahu a’lam bisshowab

PPM DAN SILATURAHMI KAMPUNG NAGA

Written By perbandingan agama on Minggu, 27 November 2011 | 01:34

Pada 25 km menuju Garut udara semakin dingin saja. Kabut masih sedikit menyelimuti jalan, dan ditabrak apa saja yang lewat.  Angin menampar-nampar dari celah jendela mobil yang sengaja dibuka, tapi tetap saja penghuni mobil sibuk dengan dunianya sendiri, suasana terpecahkan  oleh mereka yang menyanyikan lagu indonesia raya, mengundang jiwa nasionalisme penumpang lainnya, hingga lagu-lagu nasional pun menemani perjalanan kami, yang ternyata lagu-lagu itu tidak terkuasai dengan baik.
Kampung Naga sudah di depan mata, perjalanan ditempuh dengan jalan kaki menyusuri tangga yang lumayan panjang, ada yang sempat menghitung jumlah anak tangga, hitungan mereka mengatakan kalau anak tangga berjumlah 450 buah. Aroma alam tercium mulai dari tangga pertama, gemuruh sungai pun menyambut kedatangan kami.
Rumah perkampungan mulai tampak, atap-atap tradisional  terbuat dari ijuk, rumah-rumah berbilik bambu, empang-empang yang pertama terlihat terlihat sejak memasuki kawasan tersebut, tampak juga jemuran padi disekitar rumah. Selain itu ada juga remaja berpakaian seragam warna biru, mungkin itu anak sekolah, dan semakin kedalam padi yang dijemur semakin banyak.
Entah kenapa di sebut kampung naga, mungkinkah ada satu mitos yang menyebabkan kampung itu disebut kampung naga? Ataukah hanya sebutan yang tidak bermakna? dan apakah keaslian kampung naga masih ada ketika  pemancar televisi, sebagai tanda kemodernitasan ada di depan rumah mereka?
Kampung naga berada di daerah Neglasari kecamatan Salawu kota Tasikmalaya. Daerahnya mempunyai luas tanah sekitar 1ha, daerah itu tidak boleh ditambah lagi luasnya, sebelah wetan  ada sungai Cibulan yang menjadi batas wilayah Kampung Naga dan kampung lainnya. Jiwa yang tercatat ada 314 jiwa,tercatat dari usia 6 thn. Mata pencahariannya adalah menanam padi  yang dipanen sebanyak 2x dalam setahun. Yaitu bulan 10 (oktober) dan bulan 11 (November). Dan hasil panen yang diperoleh jarang mereka jual. Untuk penghasilan tambahan mereka menjual kerajinan tangan, kerajinan tangan itu berupa tas, bros, topi, dan aksesoris lainnya yang kebanyakan terbuat dari bambu dan batok kelapa.
Adapun nama kampung naga ini diambil dari letak geografisnya, kampung ini dikelilingi oleh tebing-tebing yang tinggi, yang dalam bahasa sunda tebing itu disebut gawir, maka kampung naga sendiri mengambil nama dari posisi mereka yang berada nagawir. Dengan mengambil nama awalnya saja yaitu naga. Maka disebutlah kampung itu kampung Naga.
Ada 2 lembaga yang mengatur perkampungan Naga ini yaitu lembaga formal dan non formal. Lembaga formal diduduki kepala dusun dan ketua RT, sedangkan lembaga non formal yaitu kuncen yang bertugas sebagai pemangku adat, mengatur upacara yang dilaksanakan 6x pertahun pada bulan-bulan tertentu, yaitu bulan muharam,bulan mulud, bulan jumadil akhir, nisfu sya’ban, idul adha, dan idul fitri. Kemudian ada yang dinamakan Lebe. Lebe bertugas sebagai sebagai sesepuh, yang mengurusi warga seumpanya ketika ada yang meninggal, saat ini lebe dikepalai oleh Bp. Ateng Jaelani. Dan lembaga non formal terakhir adalah Punduh, punduh ini bertugas mengayomi warga.
Rumah-rumah mereka tidak ada yang menggunakan batu bata, material yang digunakan hampir semuanya dari alam, seperti rotan dan kayu serta atap ijuk. Bangunan rumah mempunyai pintu yang berhadap-hadapan, antara tetangganya. Hal ini dimaksudkan tidak lain agar persaudaraan dan sosialisasi bisa mudah mereka lakukan. Kampung ini juga tidak ingin menggunakan listrik dengan alasan material bangunan rumah mereka banyak yang mudah terbakar, dan banyak informasi-informasi yang mereka dapatkan kalau pemasangan listrik saat ini banyak yang kurang hati-hati  sehingga tidak jarang ada pemasangan yang salah dan menyebabkan kebakaran.
Pendidikan yang didapat oleh anak-anak dari kampung naga ini hanya sampai Sekolah Dasar, dan sangat jarang yang melanjutkan ke jenjang SMP ataupun SMA.
Kampung naga ini juga mempunyai beberapa kesenian tradisional, diantaranya Seni Bela Diri yang tidak disebutkan namanya, seni terebang gemblung yang biasanya digunakan saat upacara-upacara formal dan terebang sejak dan angklung yang digunakan dalam hiburan-hiburan tidak formal.
“Kampung naga saat ini bukanlah kampung naga yang sangat asli, karena kampung naga yang asli telah dibakar oleh para penjajah dan tulisan-tulisan  serta segala benda pusaka telah dibakar DI TII” ujar pak Ateng. Pak Ateng juga mengatakan kalau penduduk kampung naga yang asli sudah tidak ada lagi, yang bertahan di kampung ini bukanlah orang-orang asli kampung naga. Tetapi kebanyakan mereka adalah pendatang yang menikah dengan orang kampung naga.
Air-air bersih dibiarkan mengalir begitu saja, seperti tidak takut kehabisan atau kekeringan air dan tidak disumbat dengan keran seperti yang dilakukan di kota-kota. Tidak lain karena alam mereka biarkan bebas, alam mereka jadikan sahabat, maka alampun bersahabat dengan mereka.

Taaruf Jurusan

Written By perbandingan agama on Rabu, 09 November 2011 | 16:01

Kegiatan rutin Orientasi dan silaturahmi mahasiswa baru (OSABA) himpunan mahasiswa perbandingan agama (HMJ PA), akan dilaksanakan pada tanggal 18 November 2011, dengan kegiatan ini diharapkan mahasiswa baru akan lebih mengenal jurusan yang mereka ambil. Kali ini HMJ-PA mengusung tema “membangun karakter kempemimpinan yang peka terhadap masalah-masalah internal maupun eksternal dan mampu memberikan solusi”.
Dengan tema tersebut diharapkan mahasiswa perbandingan agama mempunyai jiwa kepemimpinan dalam bidang apapun, tanpa titel ketua sebenarnya kita adalah pemimpin bagi diri kita sendiri. Maka dari itu, karakter kepemimpinan perlu ditanamkan kepada setiap jiwa-jiwa yang akan menempuh perjalanan kehidupan yang penuh tantangan.
Kepekaan akan masalah-masalah internal dan eksternal merupakan keharusan yang dimiliki mahasiswa perbandingan agama, mulai dari masalah yang timbul di tataran jurusan perbandingan agama sendiri. Masalah-masalah yang timbul di kalangan sosial kadangkala membawa nama agama dan menyebabkan timbulnya konflik yang menyangkutkan agama kedalamnya, sehingga kerahmatan lilalaminan agama tercoreng dengan adanya hal tersebut.
Ketika kepekaan akan adanya masalah-masalah internal dan eksternal muncul, kadangkala dimunculkan hanya melalui wacana dan dialog saja, sehingga permasalah tersebut tidak menemukan titik terang. Maka dari itu, dengan OSABA ini diharapkan, mahasiswa perbandigan agama dapat memberikan solusi dan tindak lanjut dari permasalah yang terjadi, tak hanya menjadi sebuah wacana dan bahan tulisan yang menarik.

Coffeebreak Perdamaian

Written By perbandingan agama on Sabtu, 10 September 2011 | 07:24

Pada tanggal 25 Mei 2011 mahasiswa perbandingan agama mengadakan acara Coffeebreak Perdamaian di Auditorium UIN sunan gunung djati bandung dengan mengambil tema Duduk santai sambil ngopi membahas perdamian.
Mahasiswa perbandingan agama bekerjasama dengan berbagai lembaga diantaranya Gereja Kristen Indonesia, Senat Mahasiswa Fakultas Ushuluddin, Peace Generation, FLADS (Forum Lintas Agama Deklarasi Sancang), penerbit Mizan dan Penerbit pustaka rahmat.
Acara Coffeebreak diisi oleh beberapa pemateri diantaranya Drs. Ahmad Gibson Al-Bustomi, M.Ag , Pendeta Samuel Adi Permana , Raki Fooks dari Peace Generation,Willy Maxey,dan Yusef Rafiki M.Ag. MM.
Dengan tema duduk santai sambil ngopi membahas perdamaian ini, bisa terjadi dialog yang lebih santai namun berisi hal-hal yang sangat bermanfaat. Acara Coffeebreak yang penuh dengan kerjasama antarpanitia sehingga menarik perhatian para peserta untuk mengikuti acara dengan khidmat.
mohon maaf jika ada kesalahan penulisan nama dan gelar
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. BEM JURUSAN PERBANDINGAN AGAMA - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger