Home » » Dosen dan Metode Perkuliahan

Dosen dan Metode Perkuliahan

Written By perbandingan agama on Jumat, 11 November 2011 | 18:23

Mahasiswa bukanlah anak usia dini yang terus-terusan dijejal materi oleh dosen, tidak hanya duduk rapih di kelas agar mendapat nilai yang bagus seperti zaman-zaman SMA, SMP maupun SD. Mahasiswa hendaknya bisa berperan aktif di kelas, sebagai awal dan bekal untuk diterapkan diluar. Tidak sedikit mahasiswa yang tidak berani mengeluarkan pendapatnya, atau bertanya sekalipun.
Memang bukan hal yang mudah membuat mahasiswa nyaman di kelas, dosen hendaknya ikut mengambil siasat agar mahasiswa semuanya bisa berperan aktif di kelas, tidak hanya mahasiswa itu-itu saja yang berbicara dan mengeluarkan pendapat. Karena semua dituntut untuk berfikir. Karena pengalaman dan pemikiran mereka berbeda-beda, sangat dipastikan dari satu kelas tidak hanya memunculkan satu atau dua gagasan saja seperti yang sering terjadi.
Kehadiran seorang dosen dalam dunia perkuliahan memegang peranan penting guna terciptanya kegiatan belajar (suaka edisi november 2011). Rifki Rosyad dosen antropologi agama ternyata mampu memberikan pengajaran yang berbeda kepada mahasiswa perbandingan agama khususnya semester 3. Metode-metode pembelajaran yang diberikan antara lain metode ZigSaw. Mahasiswa dibagi beberapa kelompok dan diberikan satu materi yang sudah tercantum disilabus. Setiap kelompok diberikan materi-materi yang berbeda untuk didiskusikan didalam kelompoknya. Setelah itu, setiap kelompok dipencar untuk menjelaskan pada kelompok lain.
Metode yang diberikan mendapatkan tanggapan positif dari mahasiswa, mereka merasa bisa lebih berperan aktif dalam pembelajaran dan karena itu seluruh mahasiswa bisa mengungkapkan gagasannya. sebagiann mahasiswa yang awalnya malu untuk bertanya ketika dosen hanya melakukan metode ceramah, dengan diskusi seperti itu mahasiswa mampu mengeluarkan apa yang ada di dalam fikirannya, dan tidak malu lagi untuk bertanya.
Namun, keaktifan mereka ketika belajar hanya pada saat itu saja, sebagian mahasiswa masih belum bisa menerapkan keberanian mengeluarkan pendapat ketika perkuliahan lain.
Share this article :

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. BEM JURUSAN PERBANDINGAN AGAMA - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger