Home » , , , , » Hari Kiamat

Hari Kiamat

Written By perbandingan agama on Rabu, 07 Desember 2011 | 16:23

Kiamat adalah hari akhir dimana seluruh makhluk dimusnahkan, sebagai umat Islam kita harus percaya, karena salah satu bukti keimanan kita adalah percaya pada hari akhir yaitu hari kiamat, dan bisa dibuktikan dengan adanya  ayat  yang menyebutkan bahwa hari akhir itu benar-benar ada yaitu QS. As Saba ayat 3.

dan orang-orang yang kafir berkata: "Hari berbangkit itu tidak akan datang kepada kami". Katakanlah: "Pasti datang, demi Tuhanku yang mengetahui yang ghaib, Sesungguhnya kiamat itu pasti akan datang kepadamu. tidak ada tersembunyi daripada-Nya sebesar zarrahpun yang ada di langit dan yang ada di bumi dan tidak ada (pula) yang lebih kecil dari itu dan yang lebih besar, melainkan tersebut dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)",

pada hari kiamat seluruh makhluk akan musnah, begitupun bintang dan matahari, mereka akan jatuh berserakan. Kebanyakan orang meyakini cahaya bintang tidak akan pernah habis, tapi ayat al qur’an menafikan hal itu. Cahaya bintang akan habis, dan akan jatuh berserakan. Seperti dijelaskan dalam QS.Al Infithar ayat 2-3  
dan apabila bintang-bintang jatuh berserakan,
dan apabila lautan menjadikan meluap,

Matahari yang begitu besar, yang merajai hari-hari kita dan bergantian datangnya dengan malam juga akan mengalami kehancuran, seperti disebutkan dalam QS.At-Taqwir ayat 1.
    
apabila matahari digulung,
dan apabila bintang-bintang berjatuhan,
dan apabila gunung-gunung dihancurkan,

tafsiran yang kami ketahui disini, maksud dari matahari digulung adalah cahaya matahari itu hancur. Dari penelitian ilmiah matahari juga akan musnah. Kenyataan bahwa kiamat akan terjadi dikukuhkan oleh teori-teori ilmiah. Begitupun bumi yang kita singgahi beserta isinya akan hancur rata seperti yang tertera dalam QS. Al Insiqaq ayat 3 dan 4.


dan apabila bumi diratakan,
dan dilemparkan apa yang ada di dalamnya dan menjadi kosong,

Kiyamat akan datang secara tiba-tiba, tidak ada satupun makhluk Allah yang mengetahui hal tersebut termasuk Nabi Muhammad sendiri. Maka dari itu, ramalan-ramalan bukanlah hal yang harus dipercayai, ketika kita berpegang teguh pada Al-Qur’an hal seperti itu janganlah menjadi acuan.
Setelah kiamat, kita meyakini bahwa akan adanya hari kebangkitan , dimana seluruh amal perbuatan selama hidup di dunia diperhitungkan, seperti dalam QS. Al Qamar ayat 7.
  
sambil menundukkan pandangan-pandangan mereka keluar dari kuburan seakan-akan mereka belalang yang beterbangan.

Tidak hanya makhluk-makhluk yang tampak oleh mata kita yang akan dihancurkan, tetapi semua makhluk Allah yang kasat mata manusia juga akan di hancurkan. Termasuk para malaikat, jin setan dan segala hal yang diciptakan Allah yang semuanya disebut makhluk. Malaikat yang bekerja meniup sangkakala sekalipun akan Allah hancurkan. Permasalah yang kita dapatkan,  malaikat Izrofil sebagai peniup sangkakala kapan dia akan dihancurkan? Dan telah kita tahu semua, hari akhir itu adalah hari pembalasan dimana segala amal perbuatan manusia akan diperhitungkan namun ketika manusia dihisab, apakah satu-satu atau serentak?
Apakah ada dunia baru setelah hari kiamat itu? Ketika ada yang namanya dejavu apa mungkin itu salah satu tanda bahwa ada kehidupan sebelum kehidupan ini. Namun kita tahu bahwa kehidupan setelah kiamat itu abadi, ada ayat Qur’an yang menyebutkan bahwa perjalanan hidup manusia itu ada 4, “mengapa kamu kafir kepada Allah, Padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan?” (QS.Al Baqarah;28).
Hari kiamat adalah hari akhir segala kehidupan manusia, seperti sebelumnya disebutkan segala amal perbuatan manusia akan diperhitungkan. Yang berat timbangan amalnya dan Allah ridhai maka ia akan masuk surga, dan jika sebaliknya maka nerakalah yang akan jadi tempat terakhirnya. Manusia sudah pasti mempunyai tempat yang telah Allah sebutkan dalam Al-Qur’an yaitu surga atau neraka. Namun kita hidup di dunia bukan hanya manusia saja, ada hewan, tumbuhan dan sebagainya apakah mereka juga akan menjadi penghuni surga dan neraka? Kita tahu ada cerita tentang anjing Ashabul Kahfi, anjing yang dikatakan pasti akan masuk surga, maka dimungkinkan akan ada hewan yang tidak akan masuk surga. Wallahu a’lam.
Karena akal kita terbatas kita hanya bisa sedikit menyimpulkan, dan kita juga yakin hanya Allah yang mengetahui segalanya, tapi kita hanya belajar mencoba untuk ijtihad. Salah dan benar hanya milik Allah. Apa yang kita bicarakan dari awal sampai akhir, sampai pada batasnya, kita tidak bisa menjawab lagi pertanyaan-pertanyaan yang terus membredel dari kepala kita. Pembicaan hari kiamat ini sebenarnya tidak kita kaji secara bahasa, karena  keterbatasan kita. Dalam al Qur’an ada istilah al Qiyamah dan As sa’ah bedanya apa itu belum kita temukan, banyak penafsiran berbeda-beda dari kata qiyamah, yaumuddin, as sa’ah, dan mungkin masih banyak lagi istilah-istilah yang merujuk pada hari akhir tersebut.
Adanya prediksi untuk reinkarnasi, membuat kita memikirkan apakah akan ada kehidupan lain di dunia setelah di akhirat nanti? Karena kita tahu yang abadan itu adalah kehidupan kita sebagai umat manusia pada zaman ini dan pada peradaban saat ini. Tapi apakah akan ada manusia baru? Adam-Adam lain yang akan menempati surga yang pertama kali untuk generasi selanjutnya? Karena tidak bisa dipungkiri bahwa kita sering dejavu, itu kemungkinan juga adalah dulu kita pernah mengalami hal seperti ini.
Mungkin ada benarnya juga menurut golongan jabariyah, yaitu seluruh yang beribadah dan yang tidak beribadah, yang benar dan yang salah itu sudah Tuhan atur sedemikian rupa. Dan kita sebagai manusia hanya bisa berencana dan Allah lah yang menentukan. Kita bisa berusaha, kita bisa berencana, kita bisa bermimpi, kita bisa membayangkan, tapi tetap pada akhirnya Allah lah yang menjadi eksekutor semuanya.
Ketika ada kebahagiaan itu merupakan musibah dan ketika ada kesedihan itu juga musibah. Karena ketika kebahagiaan tidak didasari dengan rasa syukur, maka kita akan menjadi ingkar. Dan ketika kita celaka, lantas kita malah mengeluh dan berhasud terhadap Allah. Maka marilah kita bersyukur ketika dapat kebahagiaan dari Allah dan ketika mendapat sebuah kecelakaan marilah kita ucapkan Innalillahi wainna ilaihi roji’un.
Wallahu a’lam bisshowab
Share this article :

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. BEM JURUSAN PERBANDINGAN AGAMA - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger