Home » , » SELEKTIF DALAM MEMILIH TEMAN

SELEKTIF DALAM MEMILIH TEMAN

Written By perbandingan agama on Selasa, 14 Februari 2012 | 07:21

Hidup adalah pilihan, begitu juga dalam pertemanan kita harus selektif dalam upaya memilih teman yang baik. Kebanyakan orang mau berteman dengan orang lain ketika orang lain sedang dalam suka saja, saat dirundung duka, ia meninggalkan, bukan cerminan teman yang baik, seorang teman yang baik adalah, dia rela menjadi tempat bersandar ketika temannya dalam keadaan duka,tidak akan membiarkan temannya sendirian dalam menghadapi masalah, senantiasa membantu tanpa pamrih, dan satu hal yang paling penting dalam dunia pertemanan adalah, seorang teman yang baik tidak akan menceritakan kekurangan atau aib temannya. Biasanya, teman yang baik itu tidak akan tampak dari paras dan fisiknya,  tetapi lebih kepada kebaikan hatinya, namun dia tidak pandai dalam berkata-kata, sehingga sering terjadi dia di abaikan orang, teman yang baik tidak banyak mengucapkan kata tentang kesetiaan, tetapi dia lebih suka mengungkapkan rasa sayangnya dengan melakukan sesuatu tanpa banyak bicara, teman yang baik tidak akan menjanjikan sesuatu yang tidak bisa dilakukannya, dia hanya akan melakukan yang dia mampu tidak lebih, tetapi terkadang kebaikannya tidak akan tampak lagi ketika satu kesalahan terjadi padanya, seolah semua kebaikannya sirna hangus termakan oleh satu kesalahan saja, lenyap seketika. Dimata teman-temannya dia tidak baik lagi, meskipun banyak hal yang dia bisa, hanya gara-gara satu kesalahan!.
Coba kita renungkan sejenak, ternyata satu kekurangan mampu menghapus semua kelebihan yang kita punya, kita tidak bisa lari dari semua itu karena Tuhan telah mentakdirkan kita sebagai manusia yang mempunyai kekurangan dan kelebihan selain sifat lupa. Sekarang saatnya kita mengolah sendiri apakah akan selalu pasrah sehingga hanya kekurangan yang tampak dari diri kita atau berani mencoba segala hal yang positif  untuk menggali kelebihan kita yang selama ini dibiarkan terpendam. Semua pilihan ada ditangan kita sendiri, berani  berubah atau tetap jalan ditempat dan membiarkan semua kelebihan kita terkubur selamanya, berani untuk hidup berarti berani menerima segala cobaan dan tantangan dalam hidup ini, karena dengan hal itu hidup akan semakin berwarna sehingga nantinya kita akan temukan berbagai pengalaman yang bisa membuat kita semakin dewasa dalam menghadapi segala hal. Pengalaman hidup seseorang mampu mempengaruhi gaya hidupnya, misalnya dalam dunia pertemanan, pengaruh teman kepada kita sangatlah kuat, entah itu yang positif maupun yang negatif, mayoritas orang berpendapat bahwa hidup tanpa seorang teman adalah hampa, memang benar hampa sekali hidup tanpa seorang teman, tetapi teman seperti apa yang pantas dirindukan ??.. sebelum kita jauh memikirkan teman yang layak dirindukan, mari kita tengok diri kita, karena seperti apa teman yang kita dapat adalah cerminan dari diri kita, kita akan mendapatkan teman yang baik apabila kita baik  begitu juga sebaliknya apabila kita kurang baik maka teman yang seperti itulah yang akan kita dapat. Jangan terburu-buru mengharapkan teman yang baik jika diri kita masih jauh dari kebaikan, dalam hidup ini banyak yang harus kita pelajari, banyak hal yang harus kita ketahui, setelah direnungkan ternyata semua yang kita lakukan ada timbal baliknya atau sering disebut sebagai karma, yupzz,, meskipun kebanyakan para remaja tidak menyadarinya atau bahkan tidak mau percaya dengan adanya karma, tetapi harus kita ketahui bahwa karma pasti ada dan akan selalu hadir untuk ikut mewarnai hidup kita. Untuk mensiasatinya kita tidak perlu hawatir dan ragu-ragu dalam bertindak yang penting ketika karma itu datang kita tidak patah semangat dan tidak putus asa, hadapi saja dan ambillah ibrah (pelajaran) dari setiap kejadian yang terjadi karena tidak ada gunanya menyesali hal yang sudah terjadi. Teman yang pantas dirindukan adalah teman yang selalu mengajak kita pada kebaikan, selalu menasehati kita dalam kesabaran dan kebenaran, teman yang datang untuk  menawarkan dirinya sebagai tempat bersandar ketika kita berduka bukan teman yang hanya memanfaatkan kelebihan kita untuk kepentingannya. Selektif dalam memilih teman bukan berarti kita mendiskriminasi orang, jika memang kita tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal yang negatif  tidak selektifpun tidak jadi masalah, kita boleh berteman dengan siapa saja yang penting kita selalu menanamkan dalam diri kita “menjadi sahabat yang baik untuk setiap teman kita”, intinya kita boleh mengikuti arus tetapi kita tidak boleh terbawa arus.  
Share this article :

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. BEM JURUSAN PERBANDINGAN AGAMA - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger