Home » , , , » Taman Tak Berbunga

Taman Tak Berbunga

Written By perbandingan agama on Sabtu, 11 Februari 2012 | 19:23


sumber gambar

Jika datang ke kampus UIN Sunan Gunung Djati bandung, kita akan disambut oleh sebuah gedung yang terlihat renta. Di depan gedung tua itu ada sebidang halaman yang gersang,  mereka menyebutnya dengan taman. Taman yang hanya berwarna hijau dan silver. Warna hijau dan silver itu dihasilkan dari pohon yang ditanam di sela-sela tembok. Tak ada warna lain, atau bunga-bunga seperti di taman-taman kampus lain, tidak salah jika kita sebut halaman itu, taman tak berbunga.
Di senja, pagi, siang, malam, taman tak berbunga ini kadang membuat kami lupa waktu. Sore tak terasa sudah pergi dan malam pun dengan cepatnya berganti dengan fajar. Kadang waktu dia buat lebih lambat, kadang juga sebaliknya.
Walaupun begitu taman ini adalah satu-satunya taman andalan kampus hijau UIN Bandung. Taman ini seperti tempat tumpahan keluh kesah para mahasiswa. Kegalauan mahasiswa, kenakalan mahasiswa, kesenangan mahasiswa, semuanya tercurah di taman tak berbunga ini, taman ini seolah lapang dada menerima semua keluh kesah dan suka duka mahasiswa.
Taman yang dijadikan alternatif untuk kumpul-kumpul mahasiswa UIN ini berada di halaman depan gedung rektorat. Taman ini tak luas, hanya beberapa bongkahan tembok yang ditanami pohon hijau, dan tempat air mancur yang sudah kering. Sama seperti universitas lain, di taman berdiri dengan gagah sang merah putih. Yang kadang kegagahannya diuji dengan guyuran hujan, tanpa ada yang perduli.
Walaupun taman ini tak bisa melindungi kita dari sengatan matahari dan guyuran hujan, namun bongkahan tembok itu menjadi tempat yang nyaman untuk sekedar duduk menghabiskan waktu, menunggu teman,  cuci mata melihat lawan jenis ataupun bertengkar dengan pasangan.
Ada juga yang datang hanya untuk sekedar pacaran, berdiskusi, meneguk segelas kopi sembari saling lontar pertanyaan dan pernyataan. Namun ada juga yang menjadikannya sebagai tempat bercumbu dengan sahabat-sahabatnya, diiringi gurauan asam persahabatan. Selain itu taman juga dijadikan saksi mahasiswa yang aksi, yang gerah  akan pemimpin-pemimpin kampus.
Ada juga yang tidak mengindahkan keberadaan taman tak berbunga ini, dan lebih senang mengacuhkannya serta melewatinya begitu saja, tanpa menyapanya walau hanya duduk sejenak. Atau lebih senang memilih tidur di kamar, daripada berdiskusi panjang lebar membicarakan suatu hal yang dianggap abstrak.
Itulah sekilas tentang organ tubuh UIN yang belum terjamah rehabilitasi seperti yang dialami bangunan-bangunan lain, dan dijadikan tempat berlalu lalangnya kendaraan yang keluar masuk kampus, menebarkan polusi,  membuat taman ini berjerawat oleh pernyataan mahasiswa yang lebih menyukai taman yang dulu. Walaupun hanya bongkahan tembok, dan tidak menebakkan kesegaran layaknya taman yang lain, tapi taman ini satu-satunya di UIN. Sehingga walau bagaimanapun keadaannya mereka tetap setia untuk sekedar duduk dan melepas lelah di taman tak berbunga ini[]
Share this article :

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. BEM JURUSAN PERBANDINGAN AGAMA - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger