Home » , » Perempuan

Perempuan

Written By perbandingan agama on Selasa, 06 Desember 2011 | 02:59

Perempuan dengan segala anugerah yang Tuhan berikan menjadi sosok yang begitu penting dalam kehidupan manusia. Tidak terbayang ketika Tuhan tidak menciptakan Hawa bagi Adam maka tidak akan ada manusia lain selain ia (adam), termasuk kita. Adam dan hawa menjadi pasangan pertama yang menyadari akan kekurangan dan kelebihan masing-masing. Tanpa hawa, tidak akan terlahir anak-anak adam, dan tanpa Adam pun Hawa tidak akan dapat mengandung dan melahirkan.
Melihat kiprah perempuan di zaman belanda (R.A. Kartini lewat bukunya Habis gelap terbitlah terang), menjadi titik pusat pengembangan hak dan fungsi perempuan yang tidak hanya harus menjadi icon keluarga sebagai penerus keturunan, yang kehidupannya tidak penuh dengan kebermanfaatan dirinya bagi orang lain. Terlahir sebagai anak, mendapat pendidikan yang cenderung sempit, memasuki masa dewasa, mengalami pingitan dan menikah serta akhirnya hanya mampu berkiprah dirumahnya sendiri sebagai seorang ibu saja.
Namun saat ini, atas pergerakan perempuan  yang dirintis Kartini, telah banyak yang mampu mengembangkan kapasitas perannya untuk bisa mengoptimalkan segala potensi yang sama seperti yang Tuhan berikan kepada kaum laki-laki. Hanya permasalahannya masih ada perempuan yang merasa dirinya kecil, tidak bisa memberikan kontribusi pemikiran dan tenaganya demi kehidupannya sendiri dan hanya mengandalkan laki-laki yang menjadi pemimpin dalam hidupnya. Karena pemikiran bahwa perempuan hanya bisa bermanfaat sebatas dalam keluarganya masih banyak dipahami oleh masyarakat indonesia pada khususnya.
Memang, Perempuan dan laki-laki berbeda, terutama perbedaan fisiknya. Namun secara pemikiran dan aspek lainnya, perempuan tidak akan kalah jika mendapat posisi dan hak yang sama seperti posisi dan hak yang diperoleh laki-laki dengan tanpa menghilangkan kodratnya sebagai perempuan. Sebagaimana dicontohkan oleh istri-istri Rasulullah, siti khodijah yang menjadi pengusaha sukses, Juwariyah binti Harits yang menjadi juru damai bagi kaum musim dan Bani Mustholiq dan lainnya yang banyak mamberikan contoh bagaimana perempuan dengan peran dan haknya dalam kehidupan dirinya dan orang lain dapat memaksimalkan potensinya.
            Maka, kita sebagai generasi muda kaum perempuan harus mejungjung tinggi hak dan memaksimalkan potensi dalam peran yang telah kita dapatkan. Jadilah perempuan yang tangguh![]Dede Maela/PA3
Share this article :

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. BEM JURUSAN PERBANDINGAN AGAMA - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger